Posted by: rezagood | August 4, 2009

Konser Garang ala Phoenix Yulia Dian – hotMusic

phoenix2d

Sukses tahun sebelumnya, Beatfest kembali digelar. Kali ini konser yang berlangsung pada Sabtu (1/8/2009) itu ditutup pertunjukan menawan juga garang dari band asal Prancis, Phoenix.

Konser festival elektrik rock yang berlangsung di Bengkel Night Park, SCBD, Jakarta Selatan itu dibuka pukul 20.00 WIB. Naif membuka pertunjukan dengan lagu ‘Piknik 72’ dan ‘Televisi’.

David cs membawakan sekitar lima lagu. “Kita jangan terlalu keren. Mainnya biasa aja. Biar Phoenix aja yang keren ntar,” canda David yang malam itu mengenakan jas ungu.

Setengah jam lebih berlalu, band asal Bandung, The S.I.G.I.T ambil bagian. Mereka langsung membawakan sekitar delapan lagu tanpa jeda. Kebanyakan diambil dari album terbarunya ‘Hertz Dyslexia’.

‘Black Ampifier’ menutup perjumpaan mereka. Kali ini boleh dibilang The S.I.G.I.T lebih garang dari biasanya.

Sesaat kemudian Rock & Roll Mafia mengambil alih pentas. Tak seperti konser pada umumnya yang selalu mengorbankan sound untuk band pembuka, ketiga penampilan band tanah air punya kualitas suara oke. Bahkan hampir tak ada kendala dalam segi sound. Mereka juga berbagi layout backdrop dan lighting yang hampir sama.

Pertunjukan ditunda 15 menit sementara kru Phoenix bersiap. Ini dia yang ditunggu!

Phoenix
Sekitar pukul 22.00 WIB, Thomas Mars (vokal), Deck D’Arcy (bass), Laurent Brancowitz dan Christian Mazzalai (gitar) langsung ambil posisi. Dalam penampilannya mereka dibantu beberapa personel lain untuk kibord, synthesizer, programing juga perkusi.

Tanpa basa-basi mereka langsung membawakan lagu ‘Lizstomania’, ‘Long Distance Call’ dan ‘Consolation Prizes’. Sekitar empat ribu penonton pun dibuat histeris.

Sound yang dipakai Phoenix sangat garang menghentak namun nyaman di telinga. Tulisan ‘ Wolfgang Amadeus Phoenix’ menghiasi backdrop. Itu adalah judul album yang dirilis Phoenix di tahun ini.

Tata lampu pun dibuat spesial. Kebanyakan mengandalkan sorot lampu dari belakang mereka. Aksi Phoenix yang bisa disaksikan lewat dua layar besar pun semakin ciamik dengan efek-efek kamera. Masing-masing personel unjuk kebolehan. Apalagi sang vokalis juga banyak bergerak. Ia bahkan sempat turun panggung mengajak penonton nyanyi bersama. Sejak konser dimulai, serentak koor pun terus terdengar.

Kebanyakan mereka membawakan hits dari album teranyarnya. Phoenix juga sempat menyisipkan beberapa lagu dari album perdananya ‘United’ serta ‘Alphabetical’ namun dengan sentuhan rock yang lebih garang.

Mercy mercy mercy. Nice to being here,” ujar sang vocalis yang sepertinya masih kaget melihat sambutan dari penonton Jakarta.

‘Run Run Run’ hampir menutup perjumpaan. Sampai akhirnya mereka encore dan muncul kembali membawakan tiga buah lagu.

‘If I Ever Feel Better’, ‘Too Young’ dan hits mereka dari album terbarunya ‘1901’ jadi penutup. Penonton pun terpuaskan dari suguhan tanpa cela tersebut. Tempat konser berhasil disulap jadi rave party indoor ala musik rock. Sayangnya single paling pamungkas yang membawa Phoenox naik daun, ‘Everything is Everything’ absen dibawakan. ¬†


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: